Pendidikan Karakter, Pentingkah?

Pendidikan Karakter, Pentingkah?

Dulu, kalau ditanya saya pinginnya waktu besar anak saya bagaimana, saya cuma jawab satu kata aja, BAHAGIA.

Iya, saya pingin anak saya bahagia waktu besar, apapun jalan hidup yang dia pilih nanti. Kalau dia misalnya, memilih jadi pelukis, saya ingin dia jadi pelukis yang bahagia. Kalau dia mau jadi pengajar, saya berharap dia jadi pengajar yang bahagia.

Terdengar sederhana ya?
Tapi ternyata jadi bahagia itu jauh dari sederhana.

Kemarin waktu datang ke acara Seminar Karakternya Sekolah Cita Persada, saya dapat quote begini dari pematerinya, Ibu Ruth Maureen.
“Pada suatu masa kita melihat ke belakang, dan hal-hal yang membuat kita bahagia saat ini adalah hal-hal baik yang pernah kita lakukan dulu”.

Nah, supaya bisa melakukan hal-hal baik dalam hidupnya, si anak ini mesti dibekali karakter yang kuat, karakter yang baik.

Tanggung jawab siapa?
Orangtuanya udah pasti.

Bagaimana caranya supaya anak punya karakter kuat? Saya menangkap beberapa tips dari Ibu Ruth Maureen yang bisa dicontoh di rumah.

Ajarkan

Anak kecil, kata Maureen, perlu diajarkan mengendalikan diri. Cara mengajarinya bisa dengan :

  • Minta mereka untuk segera menjawab saat dipanggil, walaupun pada saat itu dia sedang melakukan hal yang digemari (main/nonton).
  • Ajari anak memberi tanggapan positif jika mendapatkan teguran. Nah, ini sulit, orang dewasa aja belum tentu bisa menerima teguran dengan baik. Saya aja harus banyak latihan lagi soal ini.
  • Ajarkan sikap dasar pengendalian diri dalam kegiatan sehari-hari. Bagaimana caranya mengendalikan amarah, bagaimana cara memotong pembicaraan dengan sopan, belajar mendengarkan orang lain, dan bertanggung jawab atas segala hal yang mereka lakukan.  Agar proses belajar jadi menyenangkan untuk anak, jangan lupa memberikan masukan dan pujian saat anak berusaha dan menunjukan sikap positif.
  • Fasilitasi anak dalam kegiatan yang membangun kedisiplinan. Bisa berikan tanggung jawab di rumah, misal dimulai dengan membereskan kamar.

Contohkan

Untuk orangtua, bagian ini penting sekali. Apapun yang kita ajarkan kepada anak akan percuma kalau kita sendiri tidak menjalankannya. Anak adalah cetakan paling sempurna dari orangtuanya.

Jika ingin anak bangun pagi yang teratur, orangtuanya harus bangun lebih pagi. Jika ingin anak menjawab saat dipanggil, orangtua juga harus lekas menjawab saat anak memanggil. Jika ingin anak nanti mengerti caranya antri, orangtuanya harus memberikan contoh cara mengantri yang benar.

Konsisten

Pendidikan, bagaimanapun bentuknya, akan lebih diingat, bisa terus dilakukan, dan menjadi karakter baik jika dilakukan terus menerus. Anak akan mengerti membuang sampah tidak boleh sembarangan jika hal itu dilakukan terus menerus. Anak akan paham bagaimana caranya menghormati orang yang lebih tua jika hal itu diajarkan terus-menerus.

Anak akan mengerti caranya menghormati teman jika diingatkan terus-menerus. Pada suatu titik, anak akan mampu melakukan hal-hal baik tanpa instruksi, dan jika hal-hal baik itu terus dia lakukan bahkan saat tidak ada orang lain yang mengawasi, maka hal-hal baik itu sudah jadi karakter.

————————-

Sampai kapan harus belajar karakter?
Sampai selamanya! Orang dewasa juga harus terus belajar banyak dan memperbaiki diri. Masih banyak yang suka menyalip kendaraan lain seenaknya di jalanan, masih ada yang korupsi, masih ada yang suka mencuri hak orang lain.

Pemilihan sekolah untuk anak-anak juga mesti tepat agar karakter dan kebiasaan baik tertanam pada anak. Di sekolah anak-anak harus punya kesempatan bekerjasama dengan teman, berbagi dengan teman, diajarkan disiplin, berani, teguh pendirian, dan pendidikan karakter lainnya. Ini tanggung jawab orangtuanya untuk cek lebih dulu ke sekolahnya, ya. Jangan asal memasukkan anak karena sekolahnya mahal dan modern, tapi pastikan juga nilai-nilai yang diajarkan di sekolah sudah sesuai dengan keinginan kita.

Sebelum pulang saya sempat muter-muter sekolah Cita Persada dulu. Saya suka sekolahnya karena fasilitasnya lengkap dan guru pengajarnya banyak! 😀

kelas
Ruang kelas, ruang komputer, loker, dan pemeriksaan kesehatan
prakarya
hasil karya kelas TK

sekolah

fasilitas
fasilitas

Selain dicukupi fasilitas dan tenaga pengajar yang seimbang, di sekolah ini pendidikan karakter juga ditekankan ke anak-anak. Dimulai dari cuci alat makan sendiri, membuang sampah pada tempatnya, menghormati dan menyayangi teman, dll.

Ada yang rumahnya di sekitaran Cinere dan tertarik dengan sekolahnya? Bisa cek info seputar sekolahnya di http://www.citapersada.sch.id, ya.